00:00
/
00:00

Ya Allahku, mengapa Kau tinggalkanku?
‘Ku berseru, namun Kau tetap jauh!
Ya Allahku, mengapa Kau tinggalkanku
dan tiada menolongku?


Kau tidak menjawab seruanku waktu siang,
dan waktu malam tidak juga aku tenang.
Padahal Kau Allah yang Kudus dan berkuasa,
bertahta di atas pujian Israel.
Padahal nenek moyang kami pun percaya
bahwa selalu Kau meluputkan mereka.
PadaMu Tuhan, mereka minta tolong
dan mereka pun tidak dipermalukan.

Tetapi aku ini ulat, bukan orang,
dicela dan dihina oleh banyak orang.
Semua yang melihatku ‘pun mencelaku;
mencibirkan bibirnya dan mengejekku.
Orang menggelengkan kepala melihatku,
berkata: “Dia menyerah kepada Tuhan!
Biarlah Tuhan saja yang meluputkannya
jikalau Tuhan berkenan kepadanya."

Kau mengeluarkan aku dari kandungan;
membuat aku aman didekap ibuku.
’Ku diserahkan padaMu sejak ‘ku lahir,
sejak di kandungan, Kau Allahku
sebab kesusahan telah mendekatiku.
Banyaklah banteng-banteng Basan mengepungku
bagaikan singa yang siap menerkamku.

Segala tulangku lepas dari sendinya.
Bagaikan air mengalir, aku tercurah.
Hancur luluhlah hatiku bagaikan lilin,
sebab Kau taruh aku dalam debu maut.
Para penjahat datang dan mengepung aku,
mereka pun menusuk tangan dan kakiku.
Menonton dan membagi-bagi pakaianku
sambil membuang undi atas jubahku.


© 2022 Juswantori Ichwan
Lorem ipsum dolor sit amet, sapien platea morbi dolor lacus nunc, nunc ullamcorper. Felis aliquet egestas vitae, nibh ante quis quis dolor sed mauris. Erat lectus sem ut lobortis, adipiscing ligula eleifend, sodales fringilla mattis dui nullam. Ac massa aliquet.
Syair : Juswantori Ichwan, menurut Mazmur 22:2-19
Melodi:Juswantori Ichwan
Solis : Samuel Ary